KETAPANG – Harapan masyarakat Kabupaten Ketapang untuk segera dapat menikmati fasilitas Gedung Olahraga (GOR) Indoor yang representatif kembali harus tertunda panjang. Pembangunan megah yang lokasinya sudah berdiri namun tak kunjung rampung ini kembali menjadi sorotan publik lantaran statusnya yang mangkrak, padahal anggaran yang telah diserap pada tahap sebelumnya mencapai angka fantastis.
Diketahui, hingga saat ini pembangunan GOR Indoor tersebut telah menghabiskan dana mencapai Rp14,8 miliar. Meskipun nilai investasi negara yang cukup besar sudah ditanamkan, kondisi fisik bangunan hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan dan terlihat terbengkalai.
Kini, upaya untuk melanjutkan sisa pembangunan pada tahun anggaran ini pun kembali menemui jalan buntu. Masalah kali ini bukan terletak pada ketersediaan dana, melainkan terjadi kesalahan fatal yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelaksana, yakni Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Ketapang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelanjutan proyek ini terancam tidak bisa berjalan lantaran adanya kekeliruan dalam penginputan kode rekening anggaran. Anggaran yang seharusnya diklasifikasikan sebagai Belanja Modal (untuk pembangunan fisik), justru salah masuk ke dalam pos Belanja Jasa.
Kesalahan administratif ini tentu berakibat fatal. Akibat kekeliruan tersebut, dana segar yang dialokasikan senilai kurang lebih Rp5 miliar untuk kelanjutan pembangunan tidak bisa dilaksanakan dan digunakan sesuai peruntukannya. Hal ini tentu menjadi kekecewaan mendalam bagi masyarakat yang sudah lama menantikan kehadiran fasilitas olahraga yang layak.
Kadispora Akui Masih Dalam Proses Pembahasan
Ketika dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ketapang, Doni Andriawan, S.STP., M.E, mengakui adanya kendala dalam proses pelanjutan pembangunan tersebut.
Meski demikian, Doni menegaskan bahwa komitmen dari Bupati Ketapang untuk menyelesaikan proyek tersebut tetap ada.
“Komitmen Bupati tetap berlanjut sesuai dengan tahapan. Namun kami sebagai dinas teknis bersama unsur terkait saat ini sedang dalam proses pembahasan,” ujar Doni melalui pesan singkat, Rabu (29/04/2026).
Doni tidak menampik bahwa saat ini pihaknya tengah berupaya merapikan administrasi anggaran yang bermasalah tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian kapan pembangunan yang sudah menghabiskan puluhan miliar rupiah ini bisa kembali bergerak dan dinikmati oleh masyarakat luas.
Kondisi ini tentu memunculkan pertanyaan besar dari publik, bagaimana bisa kesalahan teknis seperti input kode rekening terjadi, mengingat nilai anggaran yang sangat besar dan kepentingan masyarakat yang sudah terlalu lama menunggu.
Red; Pena_Kalbar
