KETAPANG – Panitia Seleksi (Pansel) PSSI Kabupaten Ketapang akhirnya resmi mengumumkan dua nama calon yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan siap bertarung memperebutkan kursi Ketua PSSI Ketapang untuk masa bakti 2026–2030. Kedua figur yang akan bersaing itu adalah Nasdiansyah, SE, ME berhadapan langsung dengan Doni Andriawan, S, STP., ME. Keduanya dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan, berkas pendaftaran lengkap, dan sah untuk maju dalam pemilihan nanti.
Pertarungan ini diprediksi akan berlangsung sangat menarik dan panas, bukan hanya karena persaingan antarindividu, namun juga mewakili dua latar belakang yang sangat kontras, serta diduga kuat menjadi ajang tarik-menarik pengaruh antara dua pucuk pimpinan tertinggi di Kabupaten Ketapang.
Nasdiansyah, yang dikenal luas oleh masyarakat Ketapang, memiliki latar belakang sebagai politisi dari Partai Hanura dan saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD kab ketapang. Namanya sudah sangat akrab di dunia persepakbolaan daerah ini, baik saat masih aktif sebagai pemain, maupun dalam struktur organisasi. Ia tercatat sudah dua periode menduduki jabatan strategis sebagai Sekretaris PSSI Ketapang. Dengan jam terbang yang panjang ini, Nasdiansyah dianggap sangat paham seluk-beluk organisasi, mengetahui persoalan akar rumput, dan mengerti betul bagaimana strategi memajukan sepak bola di bumi Kalimantan Barat ini. Tak mengherankan, sosok ini disebut-sebut mendapatkan dukungan penuh yang kuat dari Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir. Dukungan ini terbilang wajar karena keduanya sama-sama berasal dari Partai Hanura, sehingga kedekatan visi dan misi dinilai sangat kental.
Sementara itu, lawan yang akan dihadapi adalah Doni Andriawan. Sosok ini memiliki latar belakang yang sangat berbeda, yakni murni birokrat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Ketapang. Karier dan pengalaman langsung Doni di dunia persepakbolaan dinilai masih minim dibandingkan lawannya. Namun, nama Doni sebelumnya sempat dikenal saat menjabat sebagai Sekretaris Kelurahan Tuan-Tuan, di mana ia aktif sebagai donatur dan pendukung utama klub sepak bola lokal, PSMK.
Kekuatan utama Doni Andriawan bukan terletak pada pengalaman organisasi sepak bola, melainkan pada dukungan politik dan kedekatan personal. Ia diketahui mendapatkan dukungan penuh langsung dari Bupati Ketapang, Alexander Wilyo. Kedekatan keduanya berakar dari kesamaan latar belakang almamater, serta riwayat karier Doni yang pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Protokoler, tepat saat Alexander Wilyo masih menduduki jabatan Sekretaris Daerah. Masa kerja sama panjang itu membuat Doni sangat paham karakter, keinginan, dan cara kerja Alexander Wilyo, yang kini menjadi pemegang kekuasaan tertinggi di daerah.
Dengan susunan dua calon ini, pertarungan memperebutkan kursi Ketua PSSI Ketapang bukan sekadar perebutan jabatan organisasi olahraga semata. Di permukaan, masyarakat akan disuguhi duel antara Nasdiansyah yang mewakili politisi dan pelaku sepak bola lawan Doni Andriawan yang mewakili birokrasi dan pejabat dinas terkait. Namun di balik layar, yang tak kalah seru adalah pertarungan pengaruh antar elit: Wakil Bupati Jamhuri Amir berhadapan langsung dengan Bupati Alexander Wilyo.
Suasana persaingan kian terasa tegang dan penuh gengsi, mengingat posisi keduanya di pemerintahan daerah. Kini mata publik sepak bola Ketapang tertuju sepenuhnya ke proses pemilihan selanjutnya. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang dan membawa arah baru persepakbolaan daerah? Pepatah lama seolah menjadi gambaran situasi ini: “menang jadi arang, kalah jadi abu”. Artinya, taruhannya sangat besar, harga diri dan pengaruh kekuasaan dipertaruhkan habis-habisan, dan tak ada jalan tengah bagi kedua kubu yang bertarung.
Pena_kalbar
