KesehatanRSUD

KEKOSONGAN OBAT: PEMDA KETAPANG AKHIRNYA TURUN TANGAN   Dewas BLUD Akui Terbatas Wewenang, Wabup Janji Usut Tuntas Demi Keselamatan Nyawa  

×

KEKOSONGAN OBAT: PEMDA KETAPANG AKHIRNYA TURUN TANGAN   Dewas BLUD Akui Terbatas Wewenang, Wabup Janji Usut Tuntas Demi Keselamatan Nyawa  

Sebarkan artikel ini

 

KETAPANG – Apa yang selama ini tampak indah dan sempurna dalam unggahan media sosial Direktur RSUD Agoesdjam, drg. Basaria Rajaguguk, kini terbentur kenyataan pahit yang tak bisa lagi ditutupi: ratusan jenis obat penyelamat nyawa kosong melompong. Sebagai rumah sakit milik pemerintah terbesar dan tumpuan harapan warga se-Kabupaten Ketapang, kekosongan ini tak pelak memancing perhatian serius Pemerintah Daerah.

 

Jarak antara pencitraan publik dan kenyataan di ruang rawat kini semakin terang benderang, mendesak pihak berwenang untuk angkat bicara

 

Menanggapi situasi ini, Dewan Pengawas BLUD yang juga Asisten III Bidang Pembangunan, Donatus Franseda, AP., MM., menjelaskan batasan perannya sekaligus menegaskan urgensi masalah ini:

 

Pengadaan obat sudah ranah manajemen RSUD, teknisnya di sana. Dewas sifatnya hanya memberikan penekanan dan himbauan supaya ketersediaan obat dan bahan medis habis pakai tidak terjadi kekurangan. Kita tidak punya kewenangan memberikan tindakan di luar itu, namun hal ini akan menjadi atensi Pemerintah Daerah,” tegasnya.

 

Sementara itu Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, mewakili Pemerintah Kabupaten bersikap tegas. Diketahui saat ini Direktur RSUD sedang dalam masa cuti saat masalah mencuat.

Kita akan cek informasi ini secepatnya, kita akan cari tahu kenapa sampai terjadi kekosongan obat, namun Dirutnya ini infonya masih cuti,” ujar Jamhuri.

Ia menegaskan hal ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan tanggung jawab utama negara kepada rakyat:

Ini akan kita atensi dan kita tindak lanjuti, karena ini menyangkut nyawa dan pelayanan masyarakat Ketapang yang ingin mendapatkan pelayanan berobat yang maksimal di RSUD.”

Jamhuri pun menyayangkan terjadinya kelalaian ini dan berjanji memprioritaskan pencarian solusi secepat mungkin.

 

Masyarakat Ketapang kini menanti langkah nyata, bukan lagi janji manis atau pembelaan diri. Warga mengingatkan:

Rumah Sakit adalah tempat orang datang berharap kesembuhan, bukan ladang untuk mengumpulkan pujian lewat unggahan media sosial. Jangan sampai tangan sibuk memposting keberhasilan perbaikan tembok atau lantai, namun melupakan urusan paling hakiki: tersedianya obat yang bisa menyelamatkan nyawa.

 

Warga pun berharap para pemegang kebijakan tidak hanya sibuk memberikan klarifikasi, melainkan segera memperbaiki pelayanan yang saat ini sedang terancam.(DMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *