KETAPANG — Mutasi besar-besaran jabatan Administrator dan Pengawas yang ditandatangani Bupati Ketapang Jumat lalu ternyata menyisakan pertanyaan besar, khususnya di lingkungan Dinas Kesehatan. Pergantian Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan dari Florensius Tapun, ST, M.A.P kepada Willy Indrayudha, SE, berlangsung tepat di saat dua proyek strategis pembangunan Puskesmas Kendawangan dan Puskesmas Tumbang Titi tengah menghadapi persoalan serius yang belum tuntas.
Florensius Tapun yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk kedua proyek tersebut kini menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada pejabat baru. Pergantian ini terjadi di tengah menggunungnya temuan kejanggalan di lokasi pembangunan.
Pada proyek Puskesmas Kendawangan, persoalan mencuat terkait dugaan penggunaan pasir pantai sebagai bahan campuran beton. Pasir pantai diketahui memiliki kadar garam dan ion klorida tinggi yang dapat merusak struktur bangunan dalam jangka panjang dan sangat tidak dianjurkan untuk konstruksi permanen.
Yang mengkhawatirkan, dugaan tersebut baru terungkap setelah pengecoran pondasi utama, pail cap, hingga pedestal sudah dilakukan. Meski temuan itu sudah ada, saat menjabat KPA, Florensius Tapun diketahui tetap melanjutkan proses pembangunan tanpa tindakan perbaikan atau penghentian yang memadai.
Sementara itu, di Puskesmas Tumbang Titi, masalah berbeda namun tak kalah serius muncul ke permukaan: adanya dugaan penggunaan besi tulangan dengan ukuran lebih kecil dari spesifikasi yang tercantum dalam dokumen kontrak. Jika benar terjadi, hal ini dapat menurunkan kekuatan struktur bangunan dan membahayakan keselamatan.
Kini, beban menyelesaikan persoalan tersebut jatuh kepada Willy Indrayudha, SE. Saat dimintai keterangan terkait langkah apa yang akan diambil untuk menuntaskan kedua kasus ini, pejabat baru tersebut enggan memberikan pernyataan resmi.
“Benar Bang, saye penggantinya. Nanti kita ketemu di Ketapang jak ye Bang, saye masih di Kendawangan,” jawab Willy singkat saat dihubungi awak media.
Meski belum memberikan pernyataan resmi, Willy diketahui langsung turun ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi kedua lokasi pembangunan, memeriksa setiap tahapan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
Perpindahan tangan tanggung jawab ini memicu sorotan publik. Warga berharap pergantian pejabat ini menjadi titik balik, bukan sekadar perpindahan kursi. Masyarakat menuntut agar Willy Indrayudha sebagai KPA baru berani mengambil langkah tegas: memeriksa ulang kualitas bangunan, meminta pertanggungjawaban pihak terkait, dan memastikan pembangunan Puskesmas benar-benar kokoh, aman, dan berkualitas.
Mata publik kini tertuju pada langkah selanjutnya dari Willy Indrayudha. Apakah ia akan menindaklanjuti temuan kejanggalan tersebut secara transparan, atau persoalan ini akan dibiarkan berlalu begitu saja? Kita tunggu buktinya. (DMS)












